Open Access
Issue
E3S Web Conf.
Volume 202, 2020
The 5th International Conference on Energy, Environmental and Information System (ICENIS 2020)
Article Number 07005
Number of page(s) 7
Section Socio-Culture and Environment
DOI https://doi.org/10.1051/e3sconf/202020207005
Published online 10 November 2020
  1. J.O. Becker. Traditional Music in Modern Java: Gamelan in a Changing Society. Honolulu: University of Hawaii Press (1980). [Google Scholar]
  2. A.R. Sutton. Traditions of Gamelan Music in Java: Musical Pluralism and Regional Identity. Cambridge: Cambridge Univeristy Press (1991). [Google Scholar]
  3. M. Marsudi. Ciri Khas Gendhing-gendhing Ki Nartosabdo: Suatu Kajian Musikologi dalam Karawitan. Master Thesis Postgraduate Program, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1998). [Google Scholar]
  4. S. Sukamso. Peranan Gendhing-gendhing Ki Nartosabdo dalam Pelatihan Karawitan Anak Asriraras di Kampung Ngelosari, Desa Kalibata Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar”. Master Thesis Postgraduate Program, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2002). [Google Scholar]
  5. W. Waridi. Gagasan & Kekaryaan Tiga Empu Karawitan: Pilar Kehidupan Karawitan Jawa Gaya Surakarta 1950-1970an (Ki Martapengrawit, Ki Tjakrawasita, Ki Nartasabda). Bandung: Etno Publisher-BACC-Pascasarjana ISI Surakarta, p. 339 (2008). [Google Scholar]
  6. D.R. Puguh, Tentang Lelagon Dhangdhut Karya Ki Nartosabdho, in E.S. Hardiati and Rr. Triwurjani (ed.). Pentas Ilmu di Ranah Budaya: Sembilan Windu Prof. Dr. Edi Sedyawati Denpasar Bali: Pustaka Larasan bekerja sama dengan Panitia 72 Tahun Prof. Dr. Edi Sedyawati, dan Tembi Rumah Budaya (2010). [Google Scholar]
  7. S. Sumanto. Nartosabdo: Kehadirannya dalam Dunia Pedalangan (Sebuah Biografi). Surakarta: STSI Press, p. 17-20 (2002); [Google Scholar]
  8. R. Rustopo. Menjadi Jawa: Orang-orang Tionghoa dan Kebudayaan Jawa di Surakarta 1895-1998. Yogyakarta: Ombak, p. 139-142 (2007). [Google Scholar]
  9. D.R. Puguh, R. J. Amaruli, M.P. Utama. Teater Kitsch Ngesti Pandowo di Kota Semarang Tahun 1950-an-1970-an. Mozaik Humaniora, vol. 17 No. 1 Januari-Juni, p. 5-6 (2017). [Google Scholar]
  10. W. Keeler. Javanese Shadow Plays, Javanese Selves. New Jersey: Princeton University Press, p. 200 (1987). [Google Scholar]
  11. D.R. Puguh, M.P. Utama, R.J. Amaruli. Peranan Perguruan Tinggi di Semarang dalam Pelestarian Wayang Orang Ngesti Pandowo. Jurnal Sejarah Citra Lekha, Volume 4, No. 2, p. 137-152, (2019). [CrossRef] [Google Scholar]
  12. D.R. Puguh. Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandhowo: Perjalanan Pertumbuhan, Kejayaan, dan Kemundurannya. Paper for Discussion Apresiasi Pedalangan II, Faculty of Letters, Universitas Diponegoro (1990). [Google Scholar]
  13. U. Kayam. Ngesti Pandowo: Suatu Persoalan Kitsch di Negara Berkembang, in Edi Sedyawati and Sapardi Djoko Damono. Seni dalam Masyarakat Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Jakarta: Gramedia, p.131 (1983). [Google Scholar]
  14. “Pustaka Saniskara Ki Nartosabdho”. Collection of Dhanang Respati Puguh. [Google Scholar]
  15. A. Sugiarto, et al. Kumpulan Gendhing Jawa Karya Ki Narto Sabdo. Semarang: Proyek Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Jawa Tengah, p. 192 (1996/1997). [Google Scholar]
  16. D.R. Puguh. Mengagungkan Kembali Seni Pertunjukan Tradisi Keraton: Politik Kebudayaan Jawa Surakarta, 1950an-1990an. Dissertation on Postgraduate Program, Faculty of Culture Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2015). [Google Scholar]
  17. D.R. Puguh. Perusahaan Rekaman Lokananta, 1956-1990-an: Perkembangan Produksi dan Kiprahnya dalam Penyebarluasan Seni Pertunjukan Jawa Surakarta. Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities, vol. 2 No. 2 Mei (2018). [Google Scholar]
  18. P. Yampolsky. Lokananta: a Discography of The National Recording Company of Indonesia, 1957-1985. University of Wisconsin, Center for Southeast Asian Studies, p. 15 (1987). [Google Scholar]
  19. Gending2 Tjiptaan Ki Nartosabdo. Surakarta: Lokananta, ACD 007. [Google Scholar]
  20. Sarung Jagung. Surakarta: Lokananta, ACD 021. [Google Scholar]
  21. Ketawang Ibu Pretiwi. Semarang: Fajar Record 9102. [Google Scholar]
  22. Album Kenangan Ki Nartosabdho vol. 1. Semarang: Fajar Record 776 [Google Scholar]
  23. Kutut Manggung. Semarang: Fajar Record 9151. [Google Scholar]
  24. Wira-wiri. Klaten: Kusuma Recording KGD 068. [Google Scholar]

Current usage metrics show cumulative count of Article Views (full-text article views including HTML views, PDF and ePub downloads, according to the available data) and Abstracts Views on Vision4Press platform.

Data correspond to usage on the plateform after 2015. The current usage metrics is available 48-96 hours after online publication and is updated daily on week days.

Initial download of the metrics may take a while.